BNPB Mulai Ledakkan Material Vulkanik Banjir Lahar Dingin Marapi di Agam Sumbar, 5 Batu Jadi Target

- 30 Mei 2024, 09:00 WIB
Suasana pengarahan tahapan peledakan material erupsi Gunung Marapi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (29/5/2024).
Suasana pengarahan tahapan peledakan material erupsi Gunung Marapi di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (29/5/2024). /Humas BNPB/

Celahsumbar.com - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan peledakan material vulkanik Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar).

"BNPB telah memulai demolish atau peledakan batuan material Gunung Marapi di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat," tegasnya, Rabu (29/5/2024).

BNPB merencanakan peledakan batuan atau material vulkanik Gunung Marapi selama empat hari, terhitung 29 Mei hingga 1 Juni 2024, di sejumlah titik.

Baca Juga: BNPB Gelar Survei Aerial Tentukan Titik Peledakan Batuan Material Besar Gunung Marapi Cegah Galado

Adapun tahapan dimulai dengan mobilisasi alat, penataan batu, pengeboran, dan eksekusi peledakan. "Rencananya, terdapat lima batu yang akan menjadi target demolish di wilayah Kabupaten Agam. Bongkahan batu andesit ini berdiameter lebih dari dua meter," kata dia.

Selain menggunakan metode peledakan, BNPB juga menerapkan cara lain, yakni memecahkan batu dengan alat yang disebut breaker. Pada hari pertama operasi, tim demolish menata dan mengebor dua batu yang menjadi target.

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (ketiga kiri), Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri), Gubernur Sumbar Mahyeldi (ketiga kanan) dan Bupati Agam Andri Warman (kedua kiri).
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (ketiga kiri), Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri), Gubernur Sumbar Mahyeldi (ketiga kanan) dan Bupati Agam Andri Warman (kedua kiri).

Tim pelaksana demolish menetapkan radius aman ledakan sejauh 500 meter dari titik lokasi pelaksanaan demolish di Batu Anguih, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. Sebelum diledakkan, pemerintah daerah terlebih dahulu menyosialisasikan kepada masyarakat, terutama yang bermukim di radius aman, untuk mengungsi sementara waktu.

"Ini untuk menghindari beberapa risiko yang dapat terjadi pada saat pelaksanaan demolish seperti flying rock atau lemparan batu, getaran, serta air blast atau rambatan udara yang dapat mengakibatkan longsornya batuan," tutupnya.

Halaman:

Editor: Widji Ananta


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah