Mentan Tunda Kunjungan ke China, Pilih Kunjungi Petani Terdampak Banjir di Sumbar

- 19 Mei 2024, 12:00 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran /Instagram/@a.amran_sulaiman

Celahsumbar.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunda agenda kunjungan kerja ke China demi mengunjungi para petani yang menjadi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

"Sebenarnya saya harus berangkat ke China. Tapi mendengar kabar, kami dengar kabar setelah keliling Padang, Sumatera Barat kena musibah, termasuk pertanian, jadi saya mundurkan (ke China)," kata Amran saat meninjau korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumbar, Sabtu, 18 Mei 2024.

Mentan mengaku seharusnya dia terbang ke China untuk melakukan pertemuan bilateral dengan menteri pertanian di negara tersebut. Namun, begitu dia mendengar kabar adanya bencana banjir dan longsor keberangkatannya terpaksa ditunda.

Baca Juga: Andree Algamar Resmi Dilantik Jadi Pj Wali Kota Padang, Langsung dapat Pesan Khusus dari Gubernur Mahyeldi

Amran menyampaikan pertanian merupakan jantung masa depan bangsa yang perlu mendapat perhatian bersama baik di tingkat pusat maupun daerah. Oleh karena itu, Ia memastikan sejumlah petani yang berada di lokasi terdampak bencana dapat kembali pulih dan berproduksi seperti sedia kala.

"Insya Allah dalam waktu dekat mungkin paling lambat bulan depan, anggarannya sudah turun untuk Sumbar. Kemudian alat mesin pertanian akan kita berikan nanti, mungkin sekitar Rp15-20 miliar. Tapi yang pasti untuk sawah kami turunkan Rp10 miliar," ucap Mentan.

Ia juga mengaku sudah mendapat laporan mengenai berapa luas area lahan yang harus diperbaiki dan berapa yang akan direhabilitasi. Karena itu, dia meminta dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan juga kelompok tani agar kembali berproduksi.

Baca Juga: Kekhawatiran Banjir Lahar Dingin Marapi Diungkapkan BNPB dan BMKG, Apa Solusinya?

"Kami sudah terima laporan seperti ada 450 hektare puso, kemudian yang tanaman rusak ada 1.600 hektare. jadi sekitar dua ribuan hektare, lalu ada juga yang harus kita rehab. Semua menjadi perhatian kami," ujarnya.

Halaman:

Editor: Tommy Adi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah