Hermanto PKS Sebut Bencana Banjir Bandang Sumbar karena Pemerintah Abai, Aturan Melempem

- 18 Mei 2024, 09:05 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto
Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto /F-PKS DPR RI/

Celahsumbar.com - Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto menyampaikan belasungkawa atas korban tewas akibat bencana galodo (banjir bandang) yang terjadi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. (Sumbar).

Ia berpendapat, bencana alam yang terjadi tersebut akibat Pemerintah tidak melakukan kontrol secara terukur terhadap pengelolaan hutan di kawasan hutan lindung dan konservasi. 

“Di kawasan hutan lindung yang tidak diperuntukan bagi bangunan fisik, kini marak dengan bangunan. Tegakkan aturan dan lakukan tindakan tegas pada pelaku yang melakukan pelanggaran dengan membangun, merambah hutan, menambang dan berkebun di kawasan hutan lindung dan hutan konservasi," ungkap Hermanto dalam keterangan rilis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, seperti dikutip dari laman dpr.go.id, Sabtu (18/5/2024).

Baca Juga: Temui Komisi V DPR RI, Gubernur Sumbar Mahyeldi Sampaikan Aspirasi Anggaran Rp1,5 T

Hujan lebat yang mengakibatkan banjir dan galodo yang terjadi di beberapa titik di wilayah Sumatera Barat, menurut Hermanto, terjadi karena aktivitas berupa tambang liar, perambahan hutan, illegal loging dan bangunan liar.

“Bencana galodo yang terjadi di kawasan Agam dan Tanah Datar pekan lalu telah mengakibatkan korban tewas penduduk setempat,” ujar Politisi Fraksi PKS ini.

Atas berbagai bencana yang terjadi tersebut, Hermanto minta agar Pemerintah melakukan pengawasan yang ketat. “Tegakkan aturan dan lakukan tindakan tegas pada pelaku yang melakukan pelanggaran dengan membangun, merambah hutan, menambang dan berkebun di kawasan hutan lindung dan hutan konservasi”, pungkas legislator dari Dapil Sumbar I itu.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH! Kemen PUPR Bangun 200 Rumah Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Lokasinya?

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, jumlah korban jiwa akibat bencana banjir lahar di Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 67 orang. Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan, jumlah korban bertambah setelah tim gabungan pencarian menemukan jenazah warga di sejumlah titik di lokasi terdampak.

Halaman:

Editor: Rizki Adidji


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah