58 Meninggal dan 27 Orang Dinyatakan Hilang Pascabanjir Bandang Lahar Dingin Sumbar

- 15 Mei 2024, 11:44 WIB
Pantauan drone BPBD Tanah Datar kejadian banjir bandang di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kab Tanah Datar
Pantauan drone BPBD Tanah Datar kejadian banjir bandang di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kab Tanah Datar /BPBD Tanah Datar

Celahsumbar.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meberikan update terbaru soal korban banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi yang melanda lima kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar).

Korban meninggal dunia kembali bertambah menjadi 58 orang. Data tersebut disampaikan oleh kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Fajar Setyawan. "Ini berdasarkan data yang dilaporkan ke Pusat Pengendalian dan Operasi BNPB hari ini," saat ditemui di Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (15/5/2024).

Sementara, ia menjelaskan , jumlah korban hilang juga kembali bertambah dari 27 menjadi 35 orang yang semuanya masih dalam proses pencarian. Selain itu, untuk keluarga terdampak berjumlah 1.543 keluarga dan 33 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga: Update Korban Banjir Lahar dan Longsor Sumbar: 50 Orang Meninggal Dunia, 27 Orang Hilang

Para korban dikonfirmasi berasal dari lima kabupaten/kota terdampak yakni Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, dan Padang Panjang. Data terbaru disebutkan akan kemungkinan akan terus berubah.

"Jumlah kemungkinan berubah lagi karena BNPB, beserta tim gabungan termasuk BPBD di Sumatera Barat masih melaksanakan pengkajian dan melangsungkan proses pencarian, evakuasi korban," kata dia.

"Demi menunjang kelancaran operasi penanganan darurat dan rujukan laporan dari BMKG ada potensi hujan sedang-deras beberapa hari ke depan, maka hari ini kami mulai melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca."

Baca Juga: Siapkan 15 Ton Garam, Begini Mekanisme Modifikasi Cuaca di Sumbar Versi BMKG

Pusdalops BNPB mencatat sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Panjang dilanda banjir bandang bercampur material lahar hujan pada Sabtu (11 Mei 2024) malam, selanjutnya setelah dilakukan asesmen pada Senin (13 Mei 2024) diketahui bencana juga melanda wilayah Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang.

Halaman:

Editor: Rizki Adidji


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah