DPR RI Meradang Proyek Food Estate Libatkan China, Beras Diimport 3,6 Juta Ton

- 15 Mei 2024, 13:00 WIB
Anggota DPR RI komisi IV Slamet
Anggota DPR RI komisi IV Slamet /ANTARA/

Celahsumbar.com - Anggota Komisi IV DPR RI Slamet menyoroti mengenai rencana Pemerintah untuk kembali melakukan impor beras sebanyak 3,6 juta ton dan melakukan kerja sama dengan China dalam pengembangan proyek ketahanan pangan di Kawasan food estate di Kalimantan.

Ia mengungkapkan kekecewaannya kepada Pemerintah yang bukan merekonstruksi pengelolaan pangan, melainkan malah membuat kebijakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kedaulatan dan kemandirian pangan.

“Pemerintah sudah dan akan kembali memecahkan rekor impor beras tertinggi dalam sejarah, di mana kami menilai hal tersebut merupakan dampak dari buruknya tata kelola pangan selama lima tahun terakhir ini” ungkap Slamet di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, yang dikutip dari laman dpr.go.id, Rabu (15/5/2024).

Baca Juga: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto: Probabilitas Resesi Indonesia Hanya 1,5 Persen

Akan tetapi alih-alih merekonstruksi pengelolaan pangan Pemerintah malah terus membuat kebijakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kedaulatan dan kemandirian pangan.

“Selain itu dugaan kami, kegiatan tersebut dapat menjadikan jalan eksodus Petani Tiongkok berupa impor petani seperti yang kita lihat saat ini terjadi di sektor pertambangan”

Presiden Jokowi Tinjau Food Estate di Keerom Papua
Presiden Jokowi Tinjau Food Estate di Keerom Papua

Tambahnya, pengelolaan pertanian saat ini semakin tidak jelas arah dan tujuannya. Hal ini tidak sesuai dengan Nawacita yang dijanjikan Presiden Jokowi pada kampanyenya di tahun 2014.

Termasuk dengan rencana kerja sama Indonesia dan China dalam pengembangan proyek ketahanan pangan nasional di Kawasan food estate di Kalimantan.

Halaman:

Editor: Rizki Adidji


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah