Ternyata Terkena Serangan Jantung Bisa Dikenali dari Ciri Fisiknya, Apa Saja?

- 15 Mei 2024, 11:00 WIB
Ilustrasi terkait pembengkakan atau bengkak di kaki berhubungan dengan penyakit jantung.
Ilustrasi terkait pembengkakan atau bengkak di kaki berhubungan dengan penyakit jantung. /pixabay /Pexels

Celahsumbar.com - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Teuku Istia Muda Perdan, Sp.J.P, FIHA, memberikan ciri fisik yang perlu diwaspadai seseorang yang berisiko terkena serangan jantung mendadak saat beraktivitas berat seperti olahraga.

Ia melanjutkan, tanda pertama yang perlu diwaspadai adalah jika seseorang sering pingsan secara mendadak dan berulang saat beraktivitas. “Orang pingsan tiba-tiba nomor satu harus curiga itu kematian jantung mendadak sampai terbukti bukan. Jadi, (orang) harus waspada dengan sekitar,” kata dia.

Gejala lain yang dirasakan pada orang yang menderita serangan jantung mendadak adalah saat beraktivitas mengalami nyeri dada yang tidak spesifik penyebabnya, sesak berlebih, cepat lelah dan irama jantung menjadi tidak teratur tanpa penjelasan.

Baca Juga: Jokowi Buka Suara Soal Penutupan Pabrik Sepatu Batu di Purwakarta

Dalam keadaan normal, tubuh akan mengenali rasa tidak nyaman jika ada sesuatu yang tidak biasa terjadi sehingga orang harus lebih memerhatikan kondisi fisik sebelum melakukan aktivitas berat.

Selain itu, faktor risiko lainnya seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko serangan jantung mendadak.

“Waspada juga kalau ada riwayat keluarga meninggal muda karena jantung berarti kita ada risiko ke sana, dan riwayat kelainan jantung bawaan seperti katup jantung bocor dari lahir,” kata Dani.

Baca Juga: Pertamina Tegaskan Masih Salurkan Pertalite ke Masyarakat Sesuai Penugasan Pemerintah

Serangan jantung terjadi karena aliran darah ke jantung tersumbat sehingga menghentikan pasokan oksigen, yang membuat irama jantung tidak teratur dan akhirnya jantung berhenti bekerja sehingga menyebabkan kematian. Kejadian itu terhitung cepat hanya dalam 1-2 menit sehingga harus cepat ditangani dokter.

Halaman:

Editor: Widji Ananta


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah