Jangan Sampai Mata Uang Asing Kuasai Mentawai, Masyarakat Harus Kasih Paham Turis Mancanegara

- 23 April 2024, 16:00 WIB
Ilustrasi lembaran rupiah dan dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS melemah menjelang pengumuman BI Rate.
Ilustrasi lembaran rupiah dan dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS melemah menjelang pengumuman BI Rate. /Antara/Yudhi Mahatma/

Celahsumbar.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) terus mengajak masyarakat untuk lebih menggunakan mata uang Rupiah ketimbang mata uang asing.

"Pemerintah daerah mengimbau dan mengingatkan masyarakat jangan sampai nanti ketika banyak wisatawan lebih mencintai mata uang asing daripada rupiah," kata Asisten II Bupati Kepulauan Mentawai Lahmuddin Siregar di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (23/4/2024).

Sebagai informasi, ada sekitar 65 ribu turis mancanegara yang masuk ke Sumbar pada tahun 2023.

Baca Juga: Saat Bupati Solok Epyardi Asda Ungkit Pengadaan Eskavator yang Mendapat Penolakan Berbagai Pihak

"Dari jumlah itu, saya menyakini sebagian besar datang ke Mentawai. Namun, di satu sisi ini juga menjadi tantangan kita bersama khususnya dalam hal penggunaan rupiah," ujar dia.

Pemerintah daerah mengkhawatirkan ramainya wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Mentawai dan menggunakan mata uang asing sebagai alat tukar, dapat memudarkan kecintaan masyarakat terhadap rupiah.

"Untuk kedaulatan NKRI kita harus menanamkan bahwa rupiah harus selalu kita cintai dan banggakan," kata dia menegaskan.

Baca Juga: PANTAU! Ini Daftar Ruas Jalan di Sumbar yang Dapat Perbaikan dengan Anggaran Rp478,6 M

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat Endang Kurnia Saputra mengatakan khusus di Kabupaten Kepulauan Mentawai hingga saat ini memang belum ada tempat penukaran uang (money changer).

Namun turis manca negara yang ingin melancong ke Kabupaten Kepulauan Mentawai diwajibkan untuk menukarkan mata uang asing dalam bentuk rupiah di Kota Padang.

"Turis asing dan siapapun yang bertransaksi di Indonesia harus menggunakan rupiah, tidak boleh mata uang asing," pungkas Endang.***

Editor: Rizki Adidji

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah