Mengenal Buku Bertajuk 'Bandar Padang Abad XVII-XVIII : Sejarah Masyarakat dan Tradisi'

- 21 April 2024, 11:00 WIB
Festival Muaro Padang
Festival Muaro Padang /Pemkot Padang

Celahsumbar.com - Buku mengenai sejarah Batang Arau atau Muaro Padang pada abad ke-17 dan 18 yang berjudul "Bandar Padang Abad XVII-XVIII : Sejarah Masyarakat dan Tradisi", diluncurkan pada Festival Muaro, Sabtu (20/4/2024).

Sekretaris Daerah Kota Padang Andree Algamar menyebut, Festival Muaro tahun ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat tetapi juga diskusi dan peluncuran buku bertema sejarah.

"Kita mengikutkan puluhan guru sejarah SMP dalam diskusi bersama dua penulis buku tentang sejarah bandar atau Pelabuhan Muaro," tegasnya.

Baca Juga: Mau Urus KTP, KK hingga Aktivasi IKD di Disdukcapil Padang? Masyarakat Wajib Tahu Fakta Ini

Ia menyebut buku tersebut penting bagi masyarakat Kota Padang, terutama untuk edukasi. Buku itu diharapkan membantu membuka pengetahuan dan wawasan siswa mengenai historis serta keberagaman Kota Padang pada masa lampau.

"Dengan adanya diskusi ini, kita harap literasi Kota Padang semakin meningkat serta generasi muda semakin memahami sejarah dan mencintai Kota Padang. Kemudian kita ingin agar seluruh warga Padang merasakan kebersamaan terkait Padang tempo dulu," papar Andree.

Pemkot Padang akan terus mendorong semakin banyak buku terkait dengan Kota Padang sehingga minat anak-anak muda mengenali Padang semakin banyak. "Tentunya kita harap buku ini bisa menjadi media pengetahuan bagi kita semua mengenai sejarah Kota Padang, khususnya pada abad 17 dan 18," katanya.

Baca Juga: Pemkot Padang Tambah 10 Bus Baru Trans Padang Koridor 3, Ini Rute yang Dilaluinya

Buku ini ditulis oleh Deddy Arsya dan Muhammad Iqbal. Deddy Arsya menjabarkan buku ini ditulis selama dua bulan. Buku yang berisikan 193 halaman itu menceritakan tentang Batang Arau atau disebut Bandar Padang dalam catatan sejarah budaya dan ekonomi.

Halaman:

Editor: Rizki Adidji


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah