MENARIK! Bagaimana Kekuatan Cekdam Gubernur Mahyeldi Tangkal Banjir Lahar Dingin di Sumbar

- 18 April 2024, 15:00 WIB
Kondisi daerah Bukik Batabuah, Kabupaten Agam yang rusak karena banjir lahar dingin Gunung Marapi pada Jumat (5/4)
Kondisi daerah Bukik Batabuah, Kabupaten Agam yang rusak karena banjir lahar dingin Gunung Marapi pada Jumat (5/4) /ANTARAAltas Maulana/

Baca Juga: Gubernur Sumbar Mahyeldi Sidak Dinas Koperasi UMKM dan Kesehatan Usai Libur Lebaran, HASILNYA?

Sebelumnya, Ugan Saing menjelaskan terjadinya banjir lahar dingin ini dalam waktu yang lama, yaitu apabila terjadi hujan di area puncak maupun lereng Gunung Api.

"Meskipun erupsi atau letusan gunung api berhenti sementara. Namun endapan material vulkanik seperti abu, pasir, dan bebatuan, masih terdapat di puncak maupun lereng gunung," kata Ugan di Bukittinggi, Selasa (9 April 2024).

Ugan menyampaikan endapan material vulkanik tersebut merupakan hasil erupsi Gunung Marapi sejak letusan utama yang terjadi pada 3 Desember 2023. Pada medio Januari 2024 PVMBG memperkirakan terdapat 500 ribu meter kubik material vulkanik yang menumpuk di sekitar kawah gunung api itu.***

 

Halaman:

Editor: Rizki Adidji


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah