MENARIK! Bagaimana Kekuatan Cekdam Gubernur Mahyeldi Tangkal Banjir Lahar Dingin di Sumbar

- 18 April 2024, 15:00 WIB
Kondisi daerah Bukik Batabuah, Kabupaten Agam yang rusak karena banjir lahar dingin Gunung Marapi pada Jumat (5/4)
Kondisi daerah Bukik Batabuah, Kabupaten Agam yang rusak karena banjir lahar dingin Gunung Marapi pada Jumat (5/4) /ANTARAAltas Maulana/

Celahsumbar.com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menegaskan, Pemprov akan membangun cekdam untuk mengantisipasi banjir lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi di Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang, Jumat (5 April 2024) lalu.

Cekdam sendiri adalah salah satu teknik konservasi tanah dan air yang sederhana, namun berguna untuk menampung air hujan yang turun. Dengan demikian dapat menurunkan koefisien aliran permukaan sungai yang selama ini menjadi penyebab banjir.

"Ada 25 sungai yang berhulu dari Gunung Marapi dan ini harus kita sikapi dengan langkah-langkah strategis untuk mencegah banjir lahar dingin," ujar Mahyeldi.

Baca Juga: BPBD Sumbar Ingatan Daerah-daerah Ini Ancaman Hidrometeorologi, Begini Respons Mahyeldi

Politisi PKS itu melanjutkan, cekdam sendiri dibangun untuk meminimalisir agar aliran banjir lahar dingin tidak meluas hingga ke hilir dari 25 sungai yang berhulu dari Gunung Marapi tersebut. Mahyeldi menambahkan, pembangunannya dikerjakan oleh Balai Jalan.

"Kami berencana membangun cekdam sehingga apabila terjadi banjir lahar dingin dan longsor di hulu diharapkan tidak terlalu berimbas ke hilir," ujarnya.

Dampak Banjir Lahar Dingin Menurut PVMBG

Gubernur Sumbar Mahyeldi.
Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Ketua Tim Tanggap Darurat Letusan Gunung Marapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Ugan Saing mengingatkan dampak dari banjir lahar dingin terhadap pemukiman masyarakat yang dikategorikan bahaya sekunder.

Campuran akumulasi material vulkanik seperti abu, pasir hingga bebatuan yang berada area puncak dan lereng Gunung Marapi adalah bentuk ancaman tersebut.

Baca Juga: Gubernur Sumbar Mahyeldi Sidak Dinas Koperasi UMKM dan Kesehatan Usai Libur Lebaran, HASILNYA?

Sebelumnya, Ugan Saing menjelaskan terjadinya banjir lahar dingin ini dalam waktu yang lama, yaitu apabila terjadi hujan di area puncak maupun lereng Gunung Api.

"Meskipun erupsi atau letusan gunung api berhenti sementara. Namun endapan material vulkanik seperti abu, pasir, dan bebatuan, masih terdapat di puncak maupun lereng gunung," kata Ugan di Bukittinggi, Selasa (9 April 2024).

Ugan menyampaikan endapan material vulkanik tersebut merupakan hasil erupsi Gunung Marapi sejak letusan utama yang terjadi pada 3 Desember 2023. Pada medio Januari 2024 PVMBG memperkirakan terdapat 500 ribu meter kubik material vulkanik yang menumpuk di sekitar kawah gunung api itu.***

 

Editor: Rizki Adidji


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah